Wednesday, April 17, 2013

PENGERTIAN MANAJEMEN PELATIHAN DAKWAH



A.    PENGERTIAN MANAJEMEN PELATIHAN DAKWAH
Judul diatas tidaklah begitu asing ditelinga kita sebagai mahasiswa fakultas dakwah, bahkan mungkin kita akan kearah jemuh akibat terlalu sering mendengar kata-kata itu. Tapi, nampaknya kejemuahan bukan kata yang pantas untuk disandingkan denagn judul diatas, yang pantas adalah semangat dan terus berusaha, dan yakinkan diri bahwa semua perbuatan yang kita lakukan untuk orang lain akan mendapat balasan yang setimbal dan Dia tidak pernah mengingkari janji yang telah Dia ungkapi, bukan separti kita manusia yang tidak ingat.
Banyak fenomena yang sering kita lihat ketika seorang da’i pada proses penyampainan materi dakwah diabaikan oleh mad’unya atau ketika penceramah datang sang mad’u awalnya mendengarkan ketika menjelang pertengahan para mad’unya berguguran untuk pulang dengan berbagai alasan seperti pohon yang tua dan gugur dimusim semi. Ada apa dengan kejadiaan ini, apakah da’inya yang tidak menarik? Ataukah mad’unay yang bandel? Ataukah manajemennya yang tidak baik? Atau yang lain-lain?
Dari kasus-kasus itu sebaiknya kita tidak mencari-cari siapa yang salah tetapi kita membekali diri sesuai dengan posisi kita misalnya ketika kita berada diposisi seorang da’i, kita harus menyiapkan bekal secara baik deng konsep manajemen yang baik pula dan ketika kita berada diposisi seorang mad’u kita membekali diri dengan keingin tahuan kita akan ilmu yang disampaikan oleh seorang da’i. Dan menurut saya manajemen dan SDM yag harus dilatih untuk membiasakan akan sesuatu yang baik untuk pengmbanan ilmu yang kita tidak mengetahuinya.
Untuk hal itu marilah kita memahami terlebih dahulu akan hal-hal yang berkaitan dengan judul kita. Manajemen menurut khatif adalah kemampuan dan keterampilan seseorang untuk merencanakan mengatur, dan mengelolah,serta mengawasi jalannya suatu kegiatan atau program sehingga secara optimal untuk mencapaitujuan yang diinginkan dengan tepat waktu dan tepat sasaran. Sedangkan pelatihan adalah suatu proses training yang dilakukan secara continuo yang bertujuan membiasakan diri kita untuk mencoba akan sesuatu. Dan dakwah proses tarbiyah atau pembinaan baik secara pemahaman dan amal, hal itu dapat dimaksudkan sebagai kegiatan pengajakan dengan cara apapun kejalan tuhan agar simad’u mempunyai pemahaman dalam mengamalkan ajaran islam. Jadi manajemen pelatihan dakwah adalah suatu konsep yang jelas yang ditinjau dari berbagi aspek yang berkaitan dengan dakwah. Di dalam Al-Qur’an kata-kata menyeru terdapat sebanyak 213 kali dalam pengajakan kepada jalan agama. Hal itu berarti Allah menyukai aktivitas ini apapun posisinya.
Ketika kita menginginkan hasil dari kerja dakwah kita maksimal maka kita harus mempunyai manajemen dakwah yang baik dan terus melatih diri agar kita dapat menjelaskannya kepada masyarakat sekitar dan mengamalkannya agar itu tidak hanya berdasarkan konsep yang hanya akan lapuk di perpustakaan dan hanya menjadi pajangan seaterio rumah mahasiswa fakultas dakwah.
           
a.         Definisi manajemen secara etimologi
Manajemen di dalam bahasa inggris, berasal dari kata to manage dalam Webster New Coolegiete Dictionary. Kata manage dijelaskan berasal dari bahasa itali ”Managgio” dari kata ”managgiare” yang selanjutnya kata ini berasal dari bahasa latin Menus yang berarti tangan (hand).
Kata manage di dalam kamus tersebut diberi arti
1. to direct and control (membimbing dan mengawasi)
2. to treat with care (memperlakukan dengan seksama)
3. to carry on business or affairs (mengurus perniagaan, atau urusan-urusan / persoalan-persoalan)
4. to achieve one’s purpose (mencapai tujuan tertentu).
Manajemen dalam bahasa arab diartikan sebagai an-nizam atau at-tanzhim. Yang merupakan, suatu tempat untuk, menyimpan segala sesuatu, dan penempatan segala sesuatu pada tempatnya.

b. Definisi manajemen secara terminologi
Manajemen adalah upaya mengatur, dan mengarahkan berbagai sumber daya, mencakup manusia (man), uang (money), barang (material), mesin (machine), metode (methode) dan pasar (market).
Menurut G.R Terry adalah manajemen adalah proses yang khas terdiri dari perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan dan pengawasan yang dilakukan untuk menentukan dan mencapai tujuan yang telah ditetapkan dengan menggunakan tenaga dan sumber daya lainnya.
Menurut Robert Kreitner manajemen adalah proses kerja dengan dan melalui orang lain untuk mencapai tujuan organisasi dalam lingkungan yang berubah. Proses ini berpusat pada penggunaan secara efektif dan efisien terhadap sumber daya yang terbatas.
Menurut John. D Millet dalam buku Management in the public service manajemen adalah proses pembimbingan dan pemberian fasilitas terhadap pekerjaan orang-orang yang terorganisir dalam kelompok formil untuk mencapai suatu tujuan yang dikehendaki.

Menurut James A. F. Stoner, manajemen adalah proses perencanaan, pengorganisasian, pengarahan dan pengawasan usaha-usaha para anggota organisasi dan penggunaan sumber daya-sumber daya organisasi lainnya agar mencapai tujuan organisasi yang telah ditetapkan.

Manajemen juga dapat didefinisikan sebagai: bekerja dengan orang-orang untuk menentukan, menginterpretasikan dan mencapai tujuan-tujuan organisasi dengan pelaksanaan fungsi-fungsi perencanaan (planning), pengorganisasian (organizing), penyusunan personalia atau kepegawaian (staffing), pengarahan dan kepimpinan (leading) dan pengawasan (controlling).

Manjemen juga dapat diartikan sebagai suatu rangkaian aktivitas (termasuk perencanaan dan pengambilan keputusan, pengorganisasian, kepimpinan, dan pengendalian) yang diarahkan pada sumber-sumber daya organisasi (manusia, finansial, fisik, dan informasi) dengan maksud untuk mencapai tujuan organisasi secara efektif dan efisien.


c. Definisi manajemen dakwah
Manajemen dakwah adalah suatu perangkat atau organisasi dalam mengolah dakwah agar tujuan dakwah tersebut dapat lebih mudah tercapai sesuai dengan hasil yang diharapkan.

d. unsur-unsur manajemen dakwah
1. Perencanaan dakwah: tahap ini meliputi membuat susunan materi dakwah yang akan disampaikan kepada Mad'u. dan juga membuat susunan acara yang akan dilakukan mulai dari awal hingga akhir acara tersebut
2. Pengorganisasian dakwah: tahap ini merupakan, tahap yang dimana segala anggota penyelenggara acara berkumpul bersama dan saling bekerja sama dengan harapan tujuan dakwah tersebut bisa sukses.
3. Penggerakkan dakwah: tahap ini merupakan di mana segala anggota yang terlibat, menjalankan tugasnya masing-masing sesuai dengan perencanaan kegiatan dakwah yang telah dibuat bersama.
`           4. Pengendalian dakwah: tahap ini merupakan suatu upaya mengatur jalannya acara, agar acara tersebut berjalan sesuai dengan perencanaan yang telah dibuat bersama. Jadi situasi acaranya bisa terkendali.
5. Evaluasi dakwah: tahap ini merupakan suatu upaya melihat hasil / feedback yang diberikan mad'u, setelah mad'u tersebut menerima pesan dakwah yang disampaikan oleh Da'i.
           
Definisi dakwah menurut bahasa
Pada saat sekarang ini, sering kali terjadi istilah dakwah yang banyak disempitartikan oleh kebanyakan orang sehingga dakwah sering identik, dengan pengajian, khutbah, dam arti-arti sempit lainnya. Oleh karena itu, istilah dakwah perlu dipertegas takrifnya.
           
Ditinjau dari segi bahasa, dakwah berasal dari bahasa arab dakwah dan kata da’a, yad’u yang berarti panggilan, ajakan, seruan. Dakwah dengan pengertian diatas dapat dijumpai dalam ayat-ayat al-Qur’an, antara lain:

33. Yusuf berkata: "Wahai Tuhanku, penjara lebih aku sukai daripada memenuhi ajakan mereka kepadaku." (QS. Yusuf: 33)
dari segi bahasa dakwah juga dapat diartikan sebagai mengajak, menyeru, memanggil, seruan, permohonan, dan permintaan. Istilah ini sering diberi arti yang sama dengan istilah-istilah tabligh, amr ma’ruf dan nahi mungkar, mau’idzhoh hasanah, tabsyir, indzhar, washiyah, tarbiyah, ta’lim, dan khotbah.

Istilah dakwah digunakan dalam al-Qur’an baik dalam bentuk fi’il maupun dalam bentuk masdar berjumlah lebih dari seratus kata. Sementara itu, dakwah dalam arti mengajak kepada Islam dan kebaikan, dan 7 kali mengajak ke neraka atau kejahatan. Al-Qur’an menggunakan kata dakwah untuk mengajak kepada kebaikan maupun kepada kejahatan yang disertai dengan resiko pilihan. Dan secara istilah dalam al-Qur’an banyak sekali ayat-ayat yang menjelaskan makna dakwah dalam konteks yang berbeda.
           
125. Serulah (manusia) kepada jalan Tuhan-mu dengan hikmah dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik. Sesungguhnya Tuhanmu Dialah yang lebih mengetahui tentang siapa yang tersesat dari jalan-Nya dan Dialah yang lebih mengetahui orang-orang yang mendapat petunjuk.
           
104. Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma'ruf dan mencegah dari yang munkar merekalah orang-orang yang beruntung.

[217] Ma'ruf: segala perbuatan yang mendekatkan kita kepada Allah; sedangkan Munkar ialah segala perbuatan yang menjauhkan kita dari pada-Nya.


Hikmah: ialah Perkataan yang tegas dan benar yang dapat membedakan antara yang hak dengan yang bathil.

Terlepas dari hal itu pemakaian kata ”dakwah” dalam masyarakat Islam, terutama di indonesia, adalah sesuatu yang tidak asing. Arti dari kata ”dakwah” yang dimaksudkan adalah ”seruan” dan ”ajakan” kalau kata dakwah diberi arti ”seruan” maka yang dimaksudkan adalah seruan kepada Islam atau seruan Islam. Demikian juga halnya kalau diberi arti ” ajakan”. Maka yang dimaksud adalah ajakan kepada Islam atau ajakan Islam. Kecuali itu, Islam sebagai agama disebut agama dakwah, maksudnya adalah agama yang disebarluaskan dengan cara damai, tidak lewat kekerasan.

Kata “Dakwah” berasal dari bahasa arab yaitu: yang berarti menyeru, memanggil, mengajak, mengundang. Secara terminologi, dakwah menurut Asmuni Syukir sebagai berikut:

“Pengertian dakwah dapat diartikan dari dua segi yaitu dakwah bersifat pembinaan dan dakwah bersifat pengembangan. Pembinaan artinya suatu kegiatan mempertahankan dan menyempurnakan sesuatu hal yang sudah ada sebelumnya. Sedangkan pengembangan yaitu suatu kegiatan yang mengarah kepada pembaharuan atau mengadakan sesuatu yang belum ada.

Dalam al-Qur’an, dakwah dalam arti mengajak ditemukan sebanyak 46 kali, 39 kali dalam arti mengajak kepada Islam dan kebaikan, dan 7 kali mengajak ke neraka atau kejahatan. Jadi dari pengertian-pengertian dakwah menurut bahasa di atas, dapat didefinisikan dakwah Islam sebagai kegiatan mengajak, mendorong, dan memotivasi orang lain berdasarkan bashirah untuk meneliti jalan Allah dan istiqomah di jalan-Nya serta berjuang bersama meninggikan Agama Allah. Kata mengajak, mendorong, dan memotivasi adalah kegiatan dakwah yang berada dalam ruang lingkup tabligh. Kata bashirah untuk menunjukkan bahwa dakwah harus dengan ilmu dan perencanaan yang baik. Kalimat meniti jalan Allah untuk menunjukkan tujuan dakwah, yaitu mardhotillah. Kalimat Istiqomah di jalan-Nya untuk menunjukkan dakwah berkesinambungan. Sedangkan kalimat berjuang bersama meninggikan agama Allah. Untuk menunujukkan bahwa dakwah bukan hanya untuk menciptakan kesalehan pribadi, tetapi juga harus menciptakan kesalehan sosial. Untuk mewujudkan masyarakat yang saleh tidak bisa dilakukan dengan sendiri-sendiri tetapi dilakukan dengan bersama-sama.

e.Definisi dakwah dari segi terminologi
Menurut Syekh Ali Makhfudh dalam kitabnya Hidayatul Mursyidin, mengatakan dakwah adalah: mendorong manusia untuk berbuat kebajikan dan mengikuti petunjuk (agama), menyeru mereka kepada kebaikan dan mencegah mereka dari perbuatan munkar agar memperoleh kebahagiaan dunia dan akhirat.
           
Menurut syekh Muhammad Khidr Husain dalam bukunya al-Dakwah ila al-Ishlah mengatakan dakwah adalah upaya untuk memotivasi orang agar berbuat baik dan mengikuti jalan petunjuk, dan melakukan amr ma’ruf nahi mungkar dengan tujuan mendapatkan kesuksesan dan kebahagiaan di dunia dan akhirat.

HSM. Nasarudin Latif mendefinisikan dakwah adalah setiap usaha aktivitas dengan tulisan maupun tulisan yang bersifat menyeru, mengajak, memanggil manusia lainnya untuk beriman dan menaati Allah Swt. Sesuai dengan garis-garis akidah dan syariat serta akhlak islamiya.

Syekh Muhammad al-Ghazalli dalam bukunya Ma’allah mengatakan, bahwa dakwah adalah program pelengkap yang meliputi semua pengetahuan yang dibutuhkan manusia, untuk memberikan penjelasan tentang tujuan hidup serta menyingkap rambu-rambu kehidupan agar mereka menjadi orang yang dapat membedakan mana yang boleh dijalani dan mana kawasan yang dilarang.

Masdar Helmy mengatakan bahwa dakwah adalah Mengajak dan menggerakkan manusia agar menaati ajaran-ajaran Allah (Islam) termasuk amr ma’ruf nahi mungkar untuk bisa memperoleh kebahagiaan di dunia dan akhirat.
Jadi ilmu manajemen dan ilmu dakwah sangat erat sekali hubungannya, keduanya sama-sama pentingnya untuk dipadukan demi mencapai keberhasilan dakwah.

B.     MANFAAT PELATIHAN DAKWAH


Menurut Robinson ( 1981: 19) Pelatihan dakwah merupakan alat untuk memperbaiki penampilan kemampuan da’I atau organisasi dakwah dengan harapan memperbaiki performan organisasi dakwah. Contoh : seorang da’I yang pertama melakukan kesalahan dalam berdakwah, missal tidak tepat dalam menyampaikan pesan dakwah dengan mad’u yang menjadi obyek dakwah. Dakwah di lingkungan orang miskin, tapi temanya  tentang hidup sederhana. Seharusnya da’I memberikan dakwah yang dibutuhkan oleh mad’u, missal tema tentang wirausaha atau hal – hal yang berkaitan motivasi, maka diharapkan setelah adanya pelatihan maka dapat dipetik manfaat pelatihan dakwah tersebut untuk mendukung aktifitas dakwah.

Ketrampilan berdakwah diajarkan agar para da’I dapat melaksanakan dakwah sesuai dengan standar yang diinginkan. Contoh : da’I yang mendapat pelatihan dakwah dapat meningkatkan pengetahuan yang dia miliki dan menumbuhkan semangat untuk mencapai da’I professional.

Pelatihan dakwah juga dapat memperbaiki sikap- sikap  terhadap tugas dakwah, terhadap masyarakat atau sesame da’, sikap – sikap yang tidak produktif timbul dari salah pengertian yang disebabkan oleh informasi yang tidk cukup, dan informasi yang membingungkan. Sehingga manfaat adanya pelatihan dakwah ditujukan pada penjelasan tentang fakta – fakta secara jujur. Contoh : ketika berdakwah ada kecurigaan mad’u terhadap da’I karena kurangnya informasi yang cukup tentang da’I tersebut. 

Manfaat pelatihan dakwah oleh Richard B, Johnson dalam Organisasi and Management of Trining ( 1976), yang merumuskan manfaat pelatihan dakwah dengan pertanyaan What problem can Trining Solve? Sehingga dari pertanyaan tersebut dapat diambil manfaat pelatihan dakwah antara lian:

1         Menambah produktifitas para da’I
Contoh : dengan adanya pelatihan dakwah, maka da’I lebih produktif dalam berdakwah
2         Memperbaiki kualitas da’I dan menaikkan semangat dakwah
3         Mengembangkan keterampilan, pengetahuan, pengertian, dan sikap – sikap baru dalam berdakwah.
4         Dapat memperbaiki cara penggunaan yang tepat alat – alat, mesin, proses, metode dan lain – lain dalam berdakwah
5         Mengurangi pemborosan, kecelakaan, keterlambatan, kelalaian, biaya berlebihan, dan ongkos-ongkos yang tidak diperlukan dalam  berdakwah
6         Melaksanakan perubahan dan pembaruan kebijakan atau aturan- aturan baru dalam berdakwah
7         Memerangi kejenuhan atau keterlambatan dakwah skill, teknologi, metode, produksi, pemasaran, modal dan manajemen
8         Meningkatkan pengetahuan agar sesuai dengan standar performance sesuai dengan aktivitas dakwah
9         Mengembnagkan, menempatkan, dan menyiapkan da’I untuk maju, memperbaiki pendayagunaan tugas da’I dan meneruskan dakwah( menjamin kelangsungan dakwah
10     Menjamin ketahanan dan pertumbuhan organisasi dakwah

Kesimpulan : Tujuan akhir dari pelaksanaan dakwah adalah untuk mendukung kelancaran pelaksanaan tugas da’I. sehingga mereka lebih professional dalam melaksanakan tugas, sesuai dengan standar dakwah yang sudah ditentukan oleh suatu organisasi atau lembaga dakwah.

Sedangkan sasaran yang ingin dicapai oleh penyelenggaraan pelatihan dakwah adalah meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan sikap baik seorang da’I dalam melaksanakan dakwah secara terus- menerus. Selanjutnya para da’I yang kemampuannya sudah meningkat , diharapkan akan dapat memberikan pelayanan dakwah yang lebih bermutu. Mutu merupakan tanggung jawab semua da’I terutama da’I yang menduduki jabatan structural dalam organisasi dakwah.




Referensi

1 comment: